VAKSIN MANDIRI

Vaksinasi mandiri merupakan vaksinasi yang dilaksanakan oleh pihak swasta, baik kantor, rumah sakit, atau organisasi lain yang dilakukan secara mandiri. Artinya, vaksinasi ini tidak termasuk dalam program yang dilaksanakan oleh pemerintah yang sudah memiliki timeline dan target prioritas, sehingga diharapkan bisa menjangkau lebih banyak golongan masyarakat.  Koordinator PMO KPCPEN dan Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga membeberkan alasan pemerintah mengizinkan vaksinasi mandiri. Pertama dia menjelaskan tujuan vaksinasi adalah memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) dengan membangun kekebalan kelompok, yaitu sekitar 70% dari jumlah penduduk Indonesia. Perbedaan utamanya adalah bagian pendanaan. Jika vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah sepenuhnya didanai oleh pemerintah, maka vaksinasi mandiri didanai oleh pihak swasta. Kementrian BUMN ditargetkan untuk program vaksin mandiri sebanyak 75 juta orang. Dimana target masyarakat yang divaksin berbeda dari program vaksin pemerintah. Vaksinasi mandiri memungkinkan lebih banyak golongan masyarakat yang belum masuk dalam prioritas pemerintah untuk mendapatkan vaksin. Seperti misalnya golongan karyawan swasta, dan masyarakat sipil lainnya. Dilansir dari cnbcindonesia.com ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam program vaksinasi mandiri ini, salah satunya jenis vaksin yang digunakan. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa program vaksinasi mandiri tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer. Nantinya, program ini akan menggunakan Sinopharm dan Moderna.

Layanan vaksinasi mandiri ini dilakukan oleh pihak swasta, namun pemerintah tetap menjamin bahwa vaksinasi yang dilakukan tetap gratis atau tanpa biaya. Dilansir dari jurnalsocialsecurity.com, tidak menutup kemungkinan vaksin mandiri ini tidak dilaksanakan secara gratis, seperti yang telah dideklarasikan oleh Menteri BUMN bahwa adanya Vaksin mandiri alias Vaksin yang dijual dan dibeli secara mandiri, yang sekali suntik memerlukan biaya sekitar Rp.200.000, kemudian harus dua kali suntik berarti setiap orang mengeluarkan uang sebesar Rp.400.000. Setiap orang akan mendapatkan vaksin sebanyak 2 kali, agar daya tahan tubuh bisa terbentuk dengan baik untuk menghadapi pandemic ini. Kemudian diharapkan dengan adanya vaksin mandiri ini dapat membantu mempercepat proses pelacakan dan pendataan yang diperlukan, guna mengatasi pandemi yang tengah berlangsung ini. Pelaksanaan vaksinasi mandiri tidak dapat dilakukan pada fasilitas Kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah. Hal ini untuk menghindari terjadinya penumpukan orang yang terlalu banyak. Vaksinasi mandiri dilakukan pada fasilitas pelayanan Kesehatan milik masyarakat atau swasta yang sudah memenuhi persyaratan saja.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, rencana vaksinasi mandiri ini tidak mendapat dukungan sepenuhnya dari para pengusaha. Beberapa pengusaha menganggap bahwa vaksinasi mandiri ini dapat membuat ketimpangan antara masyarakat atau perusahaan yang mampu dengan yang tidak mampu. Perlu adanya perhatian dari segi kedilan dan dari segi moral. Jika memang vaksinasi mandiri ini tujuannya untuk membangun kekebalan tubuh, pemerintah harusnya tetap fokus kepada kelompok rentan seperti tenaga kesehatan, lansia, pejabat publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, hingga pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sering mendampingi masyarakat di pemukiman kumuh juga para pekerja sosial. Vaksinasi mandiri dapat mengganggu jadwal program vaksinasi priotits dari pemerintah. Misalnya saja, apabila kita telah terdaftar pada program vaksinasi pemerintah kemudian ada program vaksinasi mandiri, kita akan berfikir untuk menunggu vaksinasi dari perusahaan tempat kita bekerja dengan harapan bahwa kita menerima vaksin yang efikasinya lebih tinggi dari vaksin sinovac. Hal ini justru memperlambat proses penjangkauan vaksinasi. Selain itu, perlu juga adanya transparansi mengenai anggaran yang keluar. Jangan sampai ada perusaahan yang mengambil untung dari program vaksinasi mandiri ini.

Sumber:

jurnalsocialsecurity.com

cnbcindonesia.com

cnnindonesia.com

kompas.com

suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *