DENTALK #3: “VAKSINASI COVID-19, BERBAHAYAKAH?”

Jum’at (19/02) Dentalk ketiga yang diselenggarakan BEM FKG Unhas mengangkat tema hangat, yaitu vaksinasi COVID-19. Narasumber kali ini adalah drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp. Ort(K), dari Departemen Ortodonsi FKG Unhas. Vaksin merupakan ikhtiar tertinggi dari para tenaga kesehatan dalam menangani COVID-19. Terlepas dari pro-kontra vaksin, masyarakat hendaknya menaruh kepercayaan kepada pemerintah terkait vaksin COVID-19. Berbagai sertifikasi vaksin telah dipenuhi, mulai dari sertifikasi halal MUI hingga sertifikasi keamanan dari BPOM. Menceritakan pengalaman pribadinya setelah melakukan 2 kali vaksinasi, Dokter Ardi menyatakan bahwa efek samping vaksin yang selama ini ditakuti masyarakat relatif tidak terjadi pada dirinya.

Terdapat berbagai jenis vaksin dengan cara kerja yang berbeda-beda. Ada jenis vaksin yang bekerja dengan mengubah messanger RNA virus sehingga virus melemah, ada juga vaksin yang bekerja dengan meningkatkan imun tubuh seseorang dengan menerjemahkan massenger RNA dan membentuk imun tubuh yang lebih, Dalam beberapa penelitian, vaksin sinovac sangat. Efektif karena vaksin bekerja dengan melemahkan dan mematikan virus. Terkait efek samping, Dokter Ardi meyakini bahwa kemungkinan terjadi efek samping langsung hampir tidak ada (untuk orang tanpa penyakit sistemik).

Sebagai tenaga kesehatan, Dokter Ardi mengampanyekan vaksinasi di media sosial dengan memperlihatkan raut wajah bahagia saat disuntik serta menunjukkan aktivitas olahraga yang beliau lakukan setetlah vaksinasi, sehingga beberapa masyarakat dapat yakin bahwa vaksinasi bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Vaksinasi menjadi harapan baru bagi kehidupan normal masyarakat Indonesia sekaligus sebuah solusi atas pandemi yang telah merenggut banyak hal dalam kehidupan, antara lain, hilangnya nyawa, turunnya kesehatan, melemahnya ekonomi, serta krisis sosial dan pendidikan.

Penulis: Al Ghumaisha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *