KAJIAN ISLAM RUTIN ‘PANDEMI: TINGKATKAN IMAN ATAU IMUN?’

Kamis (10/12) BEM FKG Unhas menyelenggarakan salah satu program kerja Bidang 1 BEM FKG Unhas, yaitu kajian islam rutin. Sedikit berbeda dengan kajian-kajian rutin sebelumnya, kali ini kajian diselenggarakan secara daring via aplikasi zoom untuk pertama kalinya. Kajian bertajuk “Pandemi: Tingkatkan Iman atau Imun?” ini dibawakan oleh Bapak Ustadz Khaerul Tasnim,  S.H. dan dapat dihadiri secara umum oleh muslim atau muslimah yang berminat. Meskipun keadaan saat ini belum memungkinkan dilaksanakannya kajian tatap muka, namun jumlah peserta kajian yang mencapai 90 orang menunjukkan cukup tingginya antusiasme terhadap kajian ini. Kegiatan yang dimulai dengan pembacaaan ayat suci Al-Qur’an dibuka pukul 16.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 17.40 WITA.

Bapak Ustadz  Khaerul Tasnim, S.H. mengawali ceramah dengan menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menurunkan suatu penyakit jika tidak ada obatnya, sehingga sebagai umat muslim, kita harus bersabar dengan adanya cobaan pandemi.

Dalam ceramah, beliau mengatakan salah satu sumber penyakit adalah rasa pesimis akibat berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyakit tidak akan datang kepada orang yang kondisi emosinya baik (bahagia). Prasangka baik terhadap Sang Pencipta harus selalu ditanamkan dalam diri seseorang agar mereka senantiasa merasa bahagia. Perasaan bahagia akan membuat tubuh manusia memproduksi hormon endorfin, hormon yang mencegah memburuknya emosi. Hormon endorfin yang dihasilkan secara natural lebih kuat dibandingkan hormon hasil konsumsi morfin sintetis. Guna menjaga ketenangan hati dan menumbuhkan prasangka baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita harus senantiasa menjaga keimanan dan beribadah dengan tata cara yang benar.

Setelah materi selesai disampaikan, kegitan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta. Harapannya dengan terlaksananya kegiatan kajian islam rutin kali ini, kita dapat memperkaya wawasan islam, serta selalu mencoba menjadi versi terbaik diri kita semua.

Penulis: Al Ghumaisha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *