BINA AKRAB DAN INAUGURASI ALVEOLAR 2019

Ajang keakraban atau yang dikenal dengan sebutan Bina Akrab diselenggarakan oleh angkatan 2019 FKG Unhas sebagai akhir dari rangkaian masa orientasi mahasiswa baru dalam pengenalan lingkungan kampus dan pendidikan karakter, sebelum melangkah jauh ke dunia perguruan tinggi. Angkatan yang dikenal dengan nama Alveolar 2019 ini mengadakan kegiatan Bina Akrab dirangkaikan dengan Inaugurasi dengan mengusung tema “Aktualisasi Budaya Literasi sebagai Orientasi Kader Intelektual Berorganisasi”. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari 1 malam, yaitu pada Sabtu-Minggu, 25-26 Januari 2020 di Villa Kampoeng Anda, Bira, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini diikuti oleh para civitas akademik, mahasiswa profesi, serta keluarga mahasiswa FKG Unhas.

Pada hari pertama, rombongan berkumpul di FKG Unhas pada pukul 08.00 WITA kemudian berangkat bersama-sama ke lokasi kegiatan menggunakan bus yang telah disiapkan oleh panitia. Pada malam hari, kegiatan Bina Akrab dan Inaugurasi Alveolar 2019 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM(K). Puncak dari kegiatan ini adalah dengan mengukuhkan 111 mahasiswa baru menjadi Keluarga Mahasiswa FKG Unhas.

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan senam kemudian dilanjutkan dengan games yang telah disiapkan oleh panitia. Setelah itu, rangkaian kegiatan Bina Akrab dan Inaugurasi Alveolar 2019 resmi ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K). Kemudian, pada pukul 14.00, para rombongan berangkat kembali ke FKG Unhas.

Selamat datang Alveolar 2019 di Keluarga Mahasiswa FKG Unhas. Tetaplah berproses! Panjang umur perjuangan!

 

Penulis : Beatriz Tresna

BEDAH BUKU “BERGERAKLAH MAHASISWA”

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) kembali menggelar satu salah program kerja rutinnya, yaitu bedah buku. Buku karangan Eko Prasetyo dengan judul “Bergeraklah Mahasiswa” menjadi topik yang diusung selama kegiatan. Bedah buku ini dibawakan oleh Muhammad Anugrah As Arianto pada Jumat, 29 November 2019 di Ruang Premolar FKG Unhas dan diikuti oleh keluarga mahasiswa angkatan 2016, 2017 dan 2018.

Buku yang diterbitkan pada tahun 2017 ini padat akan kritik dan menceritakan mengenai beberapa dinamika kampus. Mulai dari tuntutan kuliah yang tidak rasional, aturan yang ketat, kebebasan akademik yang seringkali terancam, kebijakan – kebijakan tidak bersahabat, pemangkasan masa studi, beban jam kuliah padat, serta prospek kerja yang suram. Melalui buku ini, kita diajak untuk mengetahui luasnya persoalan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Mahasiswa harus giat berhimpun, berorganisasi, serta berdiskusi agar tidak buta gagasan. Inilah sejatinya mahasiswa sebagai agent of change. Melalui organisasilah mahasiswa memiliki arti sesungguhnya.

Bedah buku dapat diartikan sebuah kegiatan mengungkapkan kembali isi suatu buku secara ringkas dengan memberikan saran terkait dengan kekurangan dan kelebihan buku tersebut menurut aturan yang berlaku umum atau yang telah ditentukan. “Bedah buku merupakan kegiatan yang menghasilkan banyak keuntungan terutama ilmu-ilmu yang kita tidak dapatkan pada saat belajar dalam akademik sehari-hari. Good job” tutur salah satu peserta bedah buku, Shafira.

 

Penulis : Beatriz Tresna

DENTAL CUP 2019

Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting untuk mempertahankan kebugaran seseorang. Olahraga juga merupakan suatu perilaku aktif yang menggiatkan metabolisme dan mempengaruhi fungsi kelenjar di dalam tubuh untuk memproduksi sistem kekebalan tubuh dalam upaya mempertahankan tubuh dari gangguan penyakit serta stress. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengadakan kegiatan “Dental Cup”. Selain karena beberapa manfaat olahraga di atas, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silahturahmi, baik antarsesama Keluarga Mahasiswa FKG Unhas, Dewan Mahasiswa Profesi, Civitas Akademik, maupun Alumni FKG Unhas.

Tahun ini, Dental Cup mengusung tema “Optimalisasi Jiwa Sportifitas dalam Meningkatkan Semangat Kekeluargaan”. Kegiatan ini diketuai oleh Dasvianrah Belopadang dan dilaksanakan pada tanggal 28 November hingga 8 Desember 2019. Item perlombaan dari kegiatan ini, yaitu: bulu tangkis, futsal, basket, tenis meja, fotografi, bakiak, tarik tambang, dan yel-yel. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu: Gor Borong, Lapangan Unhas, dan FKG Unhas sendiri. Adapun beberapa hambatan dari kegiatan ini, salah satunya masalah mengatur waktu dikarenakan adanya kegiatan lain dari para peserta sehingga jadwal pelaksanaan item lomba tidak sesuai dengan rundown kegiatan.

 

Penulis: Beatriz Tresna

SEMINAR BEASISWA

Beasiswa merupakan bantuan yang diberikan (berupa dana) untuk mendukung biaya yang harus dikeluarkan oleh siswa selama studi mereka di tempat studi. Beasiswa terbagi menjadi beberapa jenis. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) menyelenggarakan seminar beasiswa dengan tema “Menciptakan Progresivitas dalam Menunjang Akademik sehingga Melahirkan Produktivitas Berlembaga”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/11) ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Molar FKG Unhas dengan diikuti oleh peserta dari angkatan 2017, 2018, dan 2019.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Sampara Syarifuddin, ST. Beliau menjelaskan tentang berbagai jenis beasiswa yang dapat diajukan oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin. Selain itu, panitia penyelenggara turut menghadirkan beberapa perwakilan mahasiswa FKG Unhas yang menerima beasiswa dari instansi tertentu dengan tujuan untuk membagi pengalaman mereka tentang cara-cara atau hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajukan beasiswa.

Melalui seminar beasiswa, diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang jenis-jenis dan benefit beasiswa yang dapat diajukan sehingga memotivasi mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa tersebut. “Diharapkan dengan adanya seminar beasiswa ini dapat membuktikan bahwa BEM FKG Unhas tidak hanya mewadahi mahasiswa FKG Unhas dalam bidang manajemen keorganisasian melainkan mewadahi dalam bidang akademik juga,” tutur Ketua BEM FKG Unhas, Muhammad Ihsan.

 

Penulis: Beatriz Tresna

ADVOKASI KEBIJAKAN PUBLIK

Team Work Advokasi BEM Unhas kembali melakukan beberapa usulan kepada pihak kampus yang terkait dengan sarana dan prasarana kampus. Beberapa hal yang diajukan tentu berdasarkan dari respon yang diberikan terlebih dahulu oleh mahasiswa fakultas kedokteran gigi sendiri, respon mahasiswa tersebut yang dibuat dalam bentuk kuisioner terhadap fasilitas kampus yang ada sekarang ini.

Tentunya sebagai mahasiswa ingin terus melihat adanya perubahan yang diadakan oleh pihak fakultas untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih baik. Pengadaan kuisioner yang dianggap efektif untuk mengumpulkan sebuah data yang akan di advokasikan kepada pihak fakultas, beberapa hal penting yang diajukan untuk dilakukannya perubahan seperti:

1. Parkiran
Parkiran di FKG khususnya parkiran motor menjadi keluhan mahasiswa dikarenakan kurang memadai. Hal tersebut diakibatkan karena banyaknya mahasiswa lain yang memarkir kendaraan sehingga menambah volume kendaraan, minimnya pengawasan dari petugas mengakibatkan kondisi parkiran menjadi sempit. Adapun respon yang diberikan oleh pihak fakultas adalah akan membenahi dengan melakukan pengadaan stiker khusus mahasiswa FKG yang akan dikoordinasikan oleh pihak petugas keamanaan, hal tersebut akan terus dikaji kembali untuk melihat keefektifannya.

2. Toilet
Sarana kedua yang menjadi keluhan mahasiswa adalah toilet yang ada dikampus, di FKG terdapat tiga toilet yang berada pada lantai satu, dua dan tiga. Namun kondisi toilet yang seharusnya membuat mahasiswa nyaman jusrtru sebaliknya memberikan keluhan dikarenakan pada toilet lantai satu kebersihan sangat buruk ditambah westafel yang bocor disertai adanya bau yang tidak sedap, sedangkan pada toilet lantai dua tidak dapat digunakan karena sering terkunci, dan pada lantai tiga, toilet juga cepat terkunci sehingga membuat mahasiswa gerah. Pihak fakultas pun sudah merespon advokasi yang telah dilakukan dan akan dilakukan pembenahan secepat mungkin.

3. Ruangan tutorial
Tutorial merupakan aktivitas yang wajib dilakukan oleh mahasiswa FKG, namun pada pelaksanaannya terkadang membuat mahasiswa tidak efektif mengikuti kegiatan tutorial karena ruangan yang tidak memadai. Respon dari fakultas pun sudah ada dan semua akan dibenahi kembali namun bersifat bertahap mengingat ruangan yang besar dan jika direnovasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

4. Fasilitas ruangan kelas
Ruangan kelas menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk dilakukan pembenahan dari tahun ketahun untuk meningkatkan proses belajar mengajar, salah satu yang menjadi sorotan tidak hanya di FKG namun kampus lain adalah sampah plastik yang menjadi sorotan, sampah memang menjadi salah satu yang sulit dihindari. Oleh karena itu pihak fakultas akan melakukan pembenahan yang sangat efektif untuk mengurangi sampah plastic yakni mengadakan dispenser di tiap kelas, sehingga dengan program tersebut akan meningkatkan kesadaran kepada mahasiswa FKG untuk lebih peduli terhadap kebersihan.

Keberhasilan sebuah program yang direncankan tentu akan melibatkan beberapa pihak maka dengan itu harapan mahasiswa tentunya agar seluruh fasilitias kampus dapat digunakan dan dinikmati oleh semua mahasiswa dan tidak menyimpang dari apa yang seharusnya dijalankan, team work BEM FKG Unhas akan terus melakukan pengkajian untuk terus mengadvokasikan aspirasi dari mahasiswa untuk meningkatkan sarana dan prasarana kampus.

 

Penulis: Priscilia Y. Sole

LATIHAN KEPEMIMPINAN MANAJEMEN MAHASISWA TINGKAT DASAR 2019

Pengembangan kemahasiswaan adalah suatu upaya yang dilakukan dengan penuh kesadaran, berencana, teratur, terarah, dan bertanggung jawab untuk mengembangkan sikap, kepribadian, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mendukung kegiatan kurikuler untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Salah satu bentuk upaya atau pengembangan tersebut adalah pemberian bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam manajemen organisasi mahasiswa. Untuk memberikan bekal dalam bidang mengelola organisasi mahasiswa di lingkungan kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) kembali mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD).

Kegiatan ini berlangsung selama 3(tiga) hari, termasuk pembukaan. Kegiatan ini dibagi menjadi 2(dua) gelombang, yakni gelombang pertama dimulai hari Jumat (25/10) hingga Minggu (27/10) yang diikuti oleh 49 peserta dengan mengusung tema “Eskalasi Progresivitas Lembaga di Era Revolusi Industri 4.0”, sedangkan gelombang kedua dimulai hari Jumat (22/11) hingga Minggu (24/11) diikuti oleh 30 peserta dengan tema “Aktualisasi Budaya Nalar Kritis: Melawan Hoax–Hulu Disintegrasi Bangsa”. Peserta yang boleh mengikuti kegiatan LKMM-TD ini merupakan peserta yang telah dinyatakan lulus tahap screening.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Premolar FKG Unhas ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K). Dalam sambutannya, beliau memberikan berbagai wejangan tentang pentingnya mengikuti pelatihan serupa LKMM, antara lain untuk melatih jiwa kepemimpinan, membentuk karakter, mengembangkan kreativitas dalam berorganisasi, dan memberi bekal soft skill pada mahasiswa.

Melalui materi-materi yang disampaikan diharapkan peserta dalam terbekali prinsip-prinsip dasar berorganisasi dan kepemimpinan, serta terampil menyelenggarkan kegiatan kemahasiswaan dengan perencanaan yang sistematis. Secara lebih terperinci peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar logika; menerapkan kesadarannya dalam bernegara dan kecintaannya pada bangsa dan negara dalam berorganisasi; memahami konsep dan prinsip-prinsip dasar organisasi dan kepemimpinan; menguasai administrasi dan kesekretariatan; mampu mengambil keputusan secara tepat dan mampu mengelola konflik secara benar; dan yang terpenting sebagai mahasiswa kesehatan, peserta mampu lebih peka terhadap isu-isu kesehatan yang sedang terjadi.

Selain hal-hal di atas, melalui LKMM-TD, peserta juga dapat memperoleh ilmu tentang manajemen organisasi tingkat dasar, dimulai dari manajemen kelompok, manajemen kegiatan, manajemen waktu, hingga public speaking. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi diri peserta dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan FKG Unhas, Ketua BEM FKG Unhas, Ketua Maperwa FKG Unhas, steering committee, panitia, dan peserta LKMM-TD 2019.

 

Penulis: Beatriz Tresna

BEDAH BUKU “SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT”

Pada Jumat, 18 Oktober 2019, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) kembali melaksanakan salah satu program kerjanya, yaitu bedah buku. Buku yang dipilih kali ini berjudul “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” yang ditulis oleh Mark Manson. Bedah buku ini dibawakan oleh Nur Raudhah Ihsaniyah Bialangi yang dilaksanakan di Ruang Premolar FKG Unhas dan diikuti oleh Keluarga Mahasiswa FKG Unhas angkatan 2016, 2017, dan 2018.

Pemateri, Ica Bialangi, memaparkan beberapa alasannya memilih buku berjumlah 224 halaman ini. Pertama, buku ini bisa mengajarkan kita tentang rahasia dari sedikit kunci kehidupan yang dapat kita pahami, seperti kehidupan yang baik bukan tentang memedulikan banyak hal, tetapi tentang memedulikan hal yang sederhana saja, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak, dan penting. Kedua, masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda. Dan ketiga, untuk bisa mengatakan bodo amat pada kesulitan, pertama-tama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan. “Satu kutipan yang bagus saya baca dibuku ini, yaitu “entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih sesuatu hal untuk diperhatikan”. Kutipan itu merupakan salah satu dari banyak kutipan yang menjadi alasan saya kenapa bisa tertarik menyelesaikan bacaan buku ini dan akhirnya dibedah,” jelas pemateri.

Menurut salah seorang peserta, Shafira Nurul Khaera, berdasarkan penjelasan pemateri tentang buku ini, ia sangat takjub dengan pemikiran dari penulis buku ini. “Sama seperti judulnya, buku ini menggambarkan seorang penulis yang extraordinary, berani melawan norma-norma yang ada demi untuk menjalani hidup yang baik menurutnya, berani menggagas pikirannya yang bahkan pikiran-pikiran itu tidak tergambarkan sebelumnya dari kebanyakan orang,” tutur Shafira.

 

Penulis: Beatriz Tresna

LATIHAN DASAR II 2019

Pada Jumat, 11 Oktober 2019 telah dilaksanakan pembukaan kegiatan Latihan Dasar II (LD II) 2019. Kegiatan LD II 2019 adalah lanjutan dari Sosialisasi Almamater 2019 yang merupakan rangkaian dari proses kaderisasi mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, termasuk acara pembukaan yang dilaksanakan pada hari pertama. Kegiatan tersebut pada dasarnya lancar sesuai rencana, tetapi terdapat sedikit perubahan waktu dengan pertimbangan kondisi yang ada. Kegiatan LD II 2019 dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K) di Ruang Molar FKG Unhas dengan mengusung tema “Progrivitas Budaya Literasi, Wujudkan Generasi Intelektual Berintegritas”. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh panitia, steering committee, serta seluruh peserta LD II 2019.

Pada hari kedua, dimulai dengan evaluasi kehadiran dan kelengkapan atribut dari peserta dilanjutkan dengan lari pagi di sekeliling Universitas Hasanuddin dengan titik kumpul di FKG UNHAS kemudian pengumpulan tugas yang diberikan sebelumnya dan dilanjutkan dengan literasi oleh peserta yang terpilih di ruang Molar FKG UNHAS. Setelah itu dilanjutkan dengan materi-materi mengenai kondisi kemapanan fakultas, relasi lembaga kemahasiswaan dan fakultas, serta budaya lokalitas FKG Unhas. Hari kedua ditutup dengan pemberian tugas kepada peserta LD II.

Pada hari ketiga, dimulai dengan evaluasi kehadiran dan kelengkapan atribut dari peserta dilanjutkan dengan senam pagi di parkiran FKG UNHAS kemudian pengumpulan tugas yang diberikan dan evaluasi dari tugas tersebut. Hari ketiga diisi dengan materi-materi mengenai kemahasiswaan dan keIndonesiaan sehingga para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang nilai-nilai historis pergerakan mahasiswa, lembaga kemahasiswaan, baik dari tingkat Unhas hingga tingkat nasional, serta lebih memperluas wawasan para peserta tentang Indonesia.
Setelah dilaksanakan selama 3 hari, kegiatan LD II 2019 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin ditutup dengan resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K), di Ruang Molar FKG UNHAS. Setelah kegiatan ini diharapkan agar terwujudnya generasi intelektual yang berintegritas.

Panjang umur perjuangan!

 

Penulis: Priscilia Y. Sole, Editor: Beatriz Tresna

BEDAH BUKU “REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

Revolusi industri adalah perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) kembali melaksanakan salah satu program kerjanya, yaitu bedah buku. Bedah buku kali ini berjudul Revolusi Industri 4.0” yang dibawakan oleh Muhammad Izzah Abdillah.

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 September 2019 bertempat di Ruang Premolar FKG Unhas dengan jumlah peserta 59 orang yang terdiri dari Keluarga Mahasiswa Angkatan 2016, 2017, dan 2018. Menurut pemateri, Izzah Abdillah, alasan memilih buku karangan Astrid Safitri ini karena adanya dampak perkembangan teknologi dari revolusi industri 4.0 yang berimbas kepada seluruh sektor industri dan aspek kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan dokter gigi serta pelayanan kesehatan gigi itu sendiri. Teknologi yang ada saat ini sangat berpotensi menopang inovasi di bidang kedokteran gigi. “Saya merasa penting untukberbagi hal ini agar kita rakyat Indonesia khususnya mahasiswa bisa lebih sadar akan kemajuan teknologi dunia saat ini sehingga ada dorongan dalam diri kita untuk mengejar ketertinggalan negeri kita, dalam (hal) berbenah dengan orientasi perbaikan peradaban bangsa, atas negeri lainnya,” jelas Izzah.

Menurut salah seorang peserta, Maulfi Amanda, berdasarkan penjelasan pemateri, ia dapat menyimpulkan bahwa revolusi industri memiliki dampak positif, yaitu mempermudah manusia dalam melakukan sesuatu. Jadi, waktu kita lebih efisien dalam melakukan pekerjaan, contohnya seperti jika dulu kita ingin memberi pesan harus melalui surat yang diantarkan oleh kurir sehingga membutuhkan waktu berhari-hari hingga suratnya sampai ke tujuan, tetapi sekarang sudah ada email sehingga kita bisa mengirim pesan secara cepat dalam hitungan menit dengan biaya yang lebih murah,” tuturnya.

Akan tetapi, dibalik kemudahan yang ditawarkan, kenyataannya revolusi industri ini tidak selalu menimbulkan dampak positif. Revolusi industri kedepannya akan mengurangi keterampilan manusia karena semua sudah digantikan oleh teknologi yang justru membuat manusia menjadi malas, kehilangan pekerjaan dan tentunya meningkatkan polusi. “Isi bukunya sangat bagus, informatif disertai dengan ulasan-ulasan spesifik sehingga kita bisa menggali informasi lebih banyak yang mana sebelumnya kita hanya tahu kalau revolusi industri ini memudahan, (namun) ternyata sangat memiliki kekurangan dari berbagai sudut pandang,” tambah Maulfi.

 

Penulis: Beatriz Tresna

BEDAH BUKU “ORANG MISKIN DILARANG SAKIT”

Kegiatan bedah buku merupakan salah satu program kerja BEM FKG Unhas dengan tujuan meningkatkan daya kritis mahasiswa FKG Unhas dan sebagai salah satu cara efektif untuk menyampaikan pemikiran penulis atau pengarang buku. Dengan kegiatan bedah buku, proses pentransferan informasi dan pengetahuan yang ada dalam suatu buku bisa tersampaikan dengan baik kepada audiens yang hadir. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) menggelar kegiatan bedah buku yang berjudul “Orang Miskin Dilarang Sakit” yang dibawakan oleh Muhammad Ihsan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis lalu (12/09) di Ruang Premolar FKG Unhas dengan jumlah peserta 70 orang yang berasal dari Keluarga Mahasiswa FKG Unhas angkatan 2016, 2017 dan 2018. Pemateri, Muhammad Ihsan, menerangkan alasan memilih buku karangan Eko Prasetyo sebagai tema bedah buku kali ini. Menurut Ihsan, alasan memilih buku tersebut dikarenakan melihat kondisi yang ada, yaitu Fakultas Kedokteran Gigi merupakan pencipta calon tenaga kesehatan di masa depan dan buku tersebut merupakan refleksi tentang sistem dan fasilitas kesehatan yang ada saat ini yang masih sulit dijangkau oleh rakyat.

Buku ini berisi sindiran halus kepada pihak terkait mengenai sistem kesehatan yang tidak adil dan diskriminatif terhadap masyarakat dengan ekonomi rendah. Adanya penyakit justru membuat banyak pihak yang terkait mendapat untung. Ditambah meningkatnya biaya obat dan rumah sakit tanpa adanya kontrol. “Jadi saya harapkan dengan (bedah buku) ini dapat membuka pandangan mahasiswa FKG tentang fasilitas kesehatan yang harusnya dijadikan institusi sosial bukan malahan diprivatisasi dan komersialisasi oleh berbagai pihak,” kata Ihsan.

 

Penulis: Beatriz Tresna